Ya itu sebutan ku dari dia. Dia si cinta pertamaku, seorang pria yang pertamakali membuat aku sekaligus memperkenalkan aku pada yang namanya cinta terhadap lawan jenis.
Januari 2014 ini adalah kali pertama aku bertemu dengan dia sebut saja hengki.Mungkin sudah sekitar kurang lebih ini tahun yang ke tujuh, aku dapat bertemu kembali dengan dia. Terakhir melihat wajahnya saat dia masih duduk di bangku kelas satu SMP.
Tahun ke tahun, aku hanya berharap pada tuhan. Aku bisa menikmati malam natal dengan dia lagi.. dan setiap kali natal aku hanya berharap dia yang duduk disampingku.
Saat aku duduk di bangku sekolah SMK kelas dua. Aku iseng mencari nama cinta pertamaku di dalam akun media sosial ternyata aku mendapatkannya, ya walaupun awalnya dia sudah tidak mengenalku lagi. tapi tak apa untuk aku, aku tetap memperkenalkan diri aku, ini aku teman kecilmu dulu JYa alhasil dia tetap saja tidak ingat dengan sosok kecilku dulu. Entahlah tak apa! Nasi sudah menjadi bubur, dan bubur sudah dimakan hehe :D
Kami berkomunikasi dengan baik, aku sempat berfikir untuk tidak berharap kalau dia bisa jadi pasanganku kelak suatu saat, tapi aku hanya bisa menyerahkan semua sesuai dengan kehendak tuhan saja. Sempat aku berfikir, tuhan itu baik. Setelah sekian lama tidak bertemu, akhirnya aku bisa bertemu dia lagi dan melihat senyum manis sosok dia. Ya dia yang dulu kucinta. Tuhan mengajarkanku arti sebuah kesabaran. Kadang butuh waktu yang sangat lama untuk dapat bertemu dengan orang yang kita sayang.
Kini ia kuliah di tanah jawa semarang. Dan aku kuliah di tanah sunda jatinangor. Dua arah yang memang sangat berbeda. Tapi aku tetap tidak lepas harapan, harapanku masih tetap pada dia. Namun, aku tetap menyerahkan semuanya pada tuhan. Karena aku tau, semua kunci jawaban hanya dia yang memegang dan hanya ia yang mengetahui.Aku bertemu dengan dia di sebuah kota tempat kami sempat bermain dulu. Ya, kota cirebon. Disini, di kota ini aku bertemu kembali dengan dia. Tepatnya di sebuah gereja HKBP cirebon. Aku tidak mengerti kenapa tuhan menghendaki kita untuk pertama kali bertemu disebuah greja. Tapi aku tetap mengikuti kehendaknya saja.Saat itu aku telat masuk gereja..
Ponselku bergetar terdapat sebuah pesan masukHengki : raa, ada dimana? Udah nyampe greja belum? aku : ini baru nyampe, kamu dimana ? hengki : aku duduk dibelakang raa..
setelah membaca pesan dia, kemudian aku menoleh kearah belakang. Ya, ada seorang pria yang melambaikan tangannya padaku sambil tersenyum :D ya benar, dia hengki.Haa.. ya tuhan aku bisa ketemu dia lagi.. satu kata yang kuucap dalam hatiku “Puji Tuhan, terimakasih tuhan yesus aku bisa jumpa dia lagi”kemudian aku dan satu temanku menghampiri dia duduk di belakang. Sebenarnya aku malu, tapi aku cuek ajalah, sok kenal aja deh sama hengki. Ya walaupun dia sebenarnya belum ingat siapa aku, seolah olah tak mengenalku.Disitu aku mulai pembicaraan, dari pada didiemin? Hayooo? Hehe
Seusai ibadah sebenarnya kami memiliki janji ingin jalan jalan, tapi entah kenapa hengki membatalkan rencana ini, alasannya sih adiknya mau ibadah. Dia disuruh nganter. Yasudahlah. Bukan masalah untuk aku, bisa ketemu sama dia dua menit aja itu sangat berarti untuk aku. Ya walaupun sebenarnya aku ingin bersamanya lebih dari dua menit itu. Kami tetap menjalani komunikasi dengan baik. Sampai tiba masa libur kuliahku usai, aku pergi meninggalkan cirebon. Tapi dia masih di cirebon, karena dia masih dalam masa liburan.Dia mengatakan padaku bahwa dia ingin datang ke bandung ke tempat kediaman saudaranya. Aku sih berharap dia bisa datang menghampiriku dan main disini.Dan saat dia sudah berada di kota kembang bandung, aku mengatakan pada dia untuk mampir ke jatinangor. Ya dia ternyata mau! Haha :DIni adalah keduakalinya aku bertemu dengan dia, dan ini dijatinangor!Aku dan dia menikati siang sampai sore hari dengan berdua. Ya walaupun agak garing mau ngapain aja. Aku juga bingung karena yang tau jatinangorkan aku bukan dia!Tapi disini, disaat ini aku bisa menikmati bersama dia lebih dari dua menit bahkan satu jam, dua jam, tiga jam bahkan lebih. Meskipun ini hanya obrolan dan candaan biasa seorang teman.Sekitar jam 7 malam, dia bergegas ingin pulang dari jatinangor ke bandung. Di tempat pemesanan tiket travel ternyata dia dapat keberangkatan jam 21.00. padahal saat itu masih jam 19.00. yaps lumayan cukup lama.Hengki : raa, makan yuk.. aku : (yatuhan,hengki ngajak aku makan :D ) Boleh ayoo aja aku mah.
Banyak momen manis yang tidak bisa kuungkapkan saat bersama dia saat itu. Yang jelas aku sangat senang. Aku sepertijatuh cinta kembali dengannya. Dia begitu amat menyenangkan. Malam itu dia terlihat amat manis, aku masih melihat sosok ia kecil. Sosok wajahnya lugunya waktu dulu yang membuat aku menyukainya. Malam itu terlihat sangat romantis, dia bersikap sangat baik denganku.Yang ku tau dari dia adalah, dia sangat cuek saat berkomunikasi. Ya pantaslah cuek, dia kan tidak mengenalku dan dia juga telah memiliki kekasih. Wajar dong sikapnya cuek gitu!Tak terasa waktu telah menunjukan pukul 21.00. yah, saatnya dia pulang dan berangkat menaiki travel. Aku berharap bisa bertemu dengan dia untuk yang kesekian kali lagi.
Hengki : aku pulang dulu ya raa. Kamu langsung istirahat, oke? (sambil mengusap kepalaku) aku : iya hengki (jawabku pendek) hati hati ya. Kamu juga istirahat.Hengki : iya raa.. dadaaa (sambil melambaikan tangan)Aku : (hanya tersenyum, lalu pergi...)
Aku : ko kamu bisa sih lupa sama aku hengki? hengki : aku ngga ingat bukan lupa. Yang kuingat itu hanya koko teman main kelereng aku waktu dulu. Kamu sih jarang main sama aku, cuek sama aku. Jadi aku ngga ingat.Aku : tapikan aku pernah ngobrol sama kamu kalau lagi ada acara gitu. Masa lupa sih?Hengki : gatau aku ga inget. Tapi yang penting sekarang bisa ketemu kan ? (dia sambil menatapku, dan tersenyum manis ) aku : ih, nyebelin. Tapi iya juga sihh hehe
Aku menurungkan seluruh perasaanku dan keegoisanku, walaupun aku tau, aku sayang banget sama dia tapi bukan berarti aku harus meiliki dia dengan sepenuhnya. Aku tak ingin mengikuti keegoisanku kemudian aku mulai perlahan menyadarkannya walaupun dia belum pernah bertemu dengan kekasihnya tapi bukan itu yang menjadi alasan aku untuk hadir dan mengisi kisah didalam hidupnya, melainkan menjaga kesetiaan jauh lebih baik.
Aku yakin Tuhan punya rencana yang lebih baik dari pada yang kuharapkan.
Jika dia memang yang menjadi jodohku, nantinya pun akan bertemu kembali diwaktu yang sangat teramat tepat. namun, jika dia bukan jodohku aku yakin Tuhan sudah menyediakan yang lebih baik lagi.
sekian hehe :)
x