Jenis – jenis ikan untuk pembuatan surimi yaitu :
Ø
Petek
Ø
Kuniran
Ø
Coklatan
Ø
Kapasan
Ø
Selok
Ø
Tiga
waja
Ø
Kurisi
Ø
Suwangi
Ikan
yang didatangkan dari suplayer dalam keadaan segar, agara produk yang
dihasilkan baik.
2. Weighing
Ikan yang ada dalam blong
kemudian dipisah – pisahkan menurut jenis ikan pada basket dengan ukuran berat
antara 31 -35 kg/basket. Ikan yang telah
ditampung kemudian dimasukkan kedalam cold storage dengan suhu dibawah 5° C
agar kesgaran ikan tetap terjaga. Dan bila kapasitas ditambah, maka tambahkan
dengan es balok pada bagian bawah ikan.
3. Cutting
Ikan yang telah ditampung
kemudian dipotong kepala nya dan dibuang isi perutnya (deheading dan deguting).
Untuk ikan yang berukuran besar, dipotong kecil – kecil dibagi menjadi beberapa
bagian.
4. Weighing
2
Ikan dalam keadaan headless
kemudian ditimbang kedalam basket dengan berat 30kg/basket. Dan ikan dimasukkan
dalam temporay, yaitu ruang penampung ikan yang suhunya dibawah 5° C.
5. Washing
Ikan yang akan diproses disimpan
discrew conveyer, yaitu sebuah mesin yang digunakan untuk mengangkut ikan
kemesin pencuci ikan (washing fish), dengan ketentuan 30kg/menit. Artinya
setiap satu menit ikan dalam basket dimasukkan dalam screw conveyer menuju
washing fish dengan air dingindengan suhu 20° C, selama 6 putaran. Kemudian
ikan menuju meat separator melalui stairs conveyer.
6. Meat
separating
Pada proses ini mesin yang
dugunakan adalah mealt separator. Ikan dipisahkan dari daging dan duri. Daging
yang bermutu baik yaitu daging yang tidak menggumpal dan berwarna putih. Daging
yang keluar dari mealt separator kemudian dicampur dengan air dewater way,
Dengan perbandingan daging dan air 1,1 : 1, kemudian menuju washing tank
bersuhu maksimal 20° C.
7. Fat
washing
Daging yang bercampur dengan air
kemudian ditampung dengan air washing tank. Kemudian diaduk campuran daging
dengan air ini. Hal ini berfungsi agar lemak – lemak terangkat yang kemudian
dibuang dengan cara disaring. Lalu biarkan daging mengendap selama 5 menit.
Perbandingan daging dengan air 1 : 3
8. Washing
Dirotary dilakukan 4 kali
pencucian dan diastek tank. Dalam tahap ini terjadi pencampuran antara garam,
daging, air. Dengan jumlah air 1,5 liter, garam 0,3% sampai 0,5% ( yang
berfungsi untuk mengawetkan daging ) dan daging sebanyak 2,5kg. air dalam
campuran harus 75% agar pencucian maksimal dan daging tidak lembek.
9. Meat
refinning
Daging yang keluar dari rotary ,
kemudian ditampung dalam mealt tank, dan daging masuk dalam mesin. Dalam
tahapan proses ini, mesin yang digunakan adalah refineer. Mesin refineer adalah
sebuah mesin yang berfungsi untuk memisahkan daging dengan sisa – sisa limbah
yang masih terbawa bersama daging, dan limbah yang akan keluar dari refineer
kemudian ditampung wadah yang akhirnya dibawa ke urogasi.
10. Pressing
Didalam proses ini mesin yang
digunakan adalah screw fress. Daging ditampung didalam tank setelah penuh
dimasukkan dalam screw fress untuk difress. Pada proses ini sangat menetukan
kadar air untuk jenis gradennya, yaitu graden SSA ( 77,3% ), graden KA -1 ( 78%
). Screw fress ini memiliki 2 ukuran panjang, yaitu 4 meter dan 6 meter dan
memiliki fungsi masing–masing. Untuk screw fress 4 meter digunakan untuk kadar
air yang rendah, sedangkan screw fress 6 meter digunakan untuk kadar air yang
tinggi.
11. Mixing
Mesin yang dugunakkan adalah H1 –
kneder yaitu pencampuran antara daging, phosfat, dan gula dengan ukuran masing
– masing adalah daging 100kg. phosfat 200gram dan gula 6kg. dan hasil campuran
itu dapat dibuat menjadi 10 sampai 11 pan dengan berat masing – masing pan
10kg.
12. Scalling
Scalling adalah penimbangan
setelah daging masuk ke dalam polybag warna, kemudian dilakukan penimbangan
dengan toleransi 9,95kg sapai 10,05kg/pan.
13. Freezing
Surimi yang telah dibentuk
kemudian dimasukkan ke dalam CPF ( Contact Pan Freezer ). Surimi dibekukan
dalam CPF selama 2 – 3 jam dengan suhu -50˚ C. Fasilitas CPF maksimal 130
Pan.
2 komentar:
thank for your information
its helping me
sama sama :)
sering-sering main yaaa k blogger aku :)
Posting Komentar