Kamis, 29 Januari 2015

Semusim



Semusim..
Sudah berganti menjadi musim-musim yang berikutnya
Saat prasangka-prangsangka kecil aneh dan heran
Saat perasaan itu timbul disaat usia yang begitu belum cukup untuk di terima
Saat perasaan yang sudah muncul, dengan memiliki nilai kekonsistenan yang sangat mahal harganya
Saat ia menghilang,
engkau gelisah dan matamu terus menelusuri mencari sosoknya..
Perasaan apakah ini?
Saat ia berada dekat denganmu,
engkau gugup dan isi kepalamu serasa digoncang hingga tak mampu berpikir jernih
Perasaan apakah ini?
Mungkin,
Angin terus berlalu begitu saja
seperti  juga dengan musim yang terus memiliki kesan indah untuk terus-terus diceritakan
Begitu juga dengan perasaan kecil yang sudah timbul disaat yang kurang tepat
Banyak yang menyangka itu hanya omong kosong saja dan sudah menjadi hal biasa dengan itu
Ya
kurang tepat pada jaman itu, kurang pas untuk dilalui bagi seorang gadis yang belum cukup dewasa
Namun ini bukan hal ketepatan, namun ini berbicara tentang kesiapan bagaimana perasaan ini bisa diolah bahkan bisa terus dipertahankan suatu saat nanti..
Ah.. namanya juga cinta..
Kadang ia akan menjadi omong kosong saja yang tidak jelas bunyinya seperti apa.

SENDIRI

Sendiri

Tidakkah kita memikirkan
Jangan jangan purnama yang bercahaya indah itu
Ternyata kesepian
Menatap kita dari atas sana dalam lengang
Sendirian

Tidakah kita memperhatikan
Jangan jangan gunung kokoh berdiri menjulang itu
Ternyata Kesepian
Menatap kita dari puncaknya, dalam senyap
Sendirian


Tidak kah kita mengamati
Jangan jangan hidup orang besar 
Yang gemerlap diperhatikan orang banyak
Yang menjadi bahan pembicaraan
Yang gitu memesona, begitu Hebat
Ternyata kesepian
Sendirian

Maka bersyukurlah yang memiliki keluarga
Memiliki teman-teman terbaik
Boleh jadi, kitalah bulan purnama dalam hidup ini
Kitalah gunung yang kokoh bagi mereka
Dikeliling orang-orang yang menyayangi kita
Dan kita menyayangi mereka 
#

Senin, 26 Januari 2015

Kalaupun dia tidak tahu

Kalaupun dia tidak tahu kita menyukainya
Kalaupun dia tidak tahu kita merindukannya
Kalaupun dia tidak tahu kita menghabiskan waktu memikirkannya

Maka itu tetap cinta, tidak berkurang sesenti pun perasaan tersebut
Justru dengan mgotot ingin bilang,
kalau ingin pacaran, ingin aneh-aneh,
Perasaan itu tiba-tiba akan bermetamorfosis menjadi egoisme
Dan bahkan sebatas keinginan yang tidak terkendali saja.

Bersabar dan diam lebih baik.
Jika memang jodoh akan terbuka sendiri jalan terbaiknya.
Jika tidak, akan diganti dengan orang yang lebih baik.

Jumat, 23 Januari 2015

Rindu dalam mimpi

Aku pernah bermimpi tentang kamu,
Disana aku mencoba menghubungi kamu
Kamu berkata ‘kemana saja kamu, baru memberi kabar padaku?’
Saat itupun aku terdiam..
Namun aku pun menjawab ‘aku hanya ingin kamu bahagia dengannya dari pada denganku’
Dia pun bertanya kembali ‘lekas mengapa kamu menghubungiku kembali saat ini?’

Jawabku ‘aku hanya sedang merindukanmu, itu saja’

Kemudian mimpiku pun terhentikan,
Aku terbangun dari tidur pendekku
Saat itu aku tersadar bahwa aku memang sedang merasakan sesuatu hal didalam diriku
Berasa sangat besar,
Dan sangat terasa walau aku mengacuhkannya
Walau membohongi diriku,
Namun tetap terasa
Iya,
Itu adalah sebuah hal kecil yang tersimpan
Yang tidak banyak orang mengetahui hal itu

Apa itu?
Itu adalah sebuah perasaan semu
Yang hadir sendiri, bahkan kadang pergi untuk begitu saja
Apa itu?
Itu hanyalah sebuah perasaan rindu lama.

Siapa..

Dia datang,
Dia menyapa,
Kemudian dia mulai membuka sebuah obrolan kecil
Dia terus bertanya dan bertanya mengenai aku..
Siapa dia? "fikirku dalam hati"
Aku hanya berfikir bahwa
Dia bagaikan hewan buas yang berpenampilan manis
Namun akan menerkam..
Yaa, akupun hanya membalas dengan sejuta bisuku
Dan sejuta diam sikap cuek dan dingin ku

Aku tak ingin mengenalinya,
Iya, aku tidak ingin mengenalnya lebih jauh
Bahkan aku ingin segera beranjak dari segala senyumannya
Beranjak pergi dari sebuah obrolan pendek ini,

Ia bertanya 'mengapa aku terus diam saat dia bertanya?'
Aku hanya dapat menjawab dengan jawaban
'aku hanya tak ingin menjawabnya'
Mungkin saat itu dia bingung apa yang salah dari sikapnya terhadapku,
Dia bertanya padaku apakah kehadirannya telah mengganggu hidupku?
Aku terus diam..

Dia memberikan ku sebuah perumpamaan padaku saat itu, mengenai seorang pengemis.
Apakah saat seorang pengemis datang menghampirimu lalu bertanya padamu, apakah kamu akan tetap seperti ini? lalu pergi meninggalkannya? tidak kan? Jadi jangan seperti itu ya?

Sambil melempar sebuah senyumannya terhadapku

kemudian aku terus berfikir,
Aku terdiam.. dan terdiam..
Apakah dia memiliki niat jahat?
Nampaknya tidak..
Kucoba membuka sebuah obrolan..

Obrolan kepada sebuah angin.