Senin, 09 Februari 2015

Sepertinya aku mengagumimu


Awalnya matamu dan senyummu tak berarti apa-apa bagiku
Sapa lembutmu, tutur katamu
Bukan menjadi alasan senyumku disetiap harinya.
Semua mengalir begitu saja!
Tatapan matamu, mulai menjadi hal yang tak biasa bagiku
Caramu mengungkapkan pendapat
tak lagi menjadi hal yang kuhadapi dengan begitu santai.
Ku katakan pada selembar kertas untuk diam-diam mengintip namamu
Dan dengan diam-diam pula semuanya terangkai dalam benakku
Ku jinjitkan kaki agar diam diam aku bisa mendengar tawamu
Dan dengan diam-diam pulasemuanya terekam dalam  pita memoriku
Suatu hari, diam-diam mataku memotret sosokmu
di tengah keramaian yang membiru
Diam-diam tersimpan senyum di bibirku
Di hari lainnya, diam-diam celah buku memberikan ruang
untuk memaku pandanganku padamu
Aku hanya bisa tertawa dalam hati
dan diamdiam meninggalkanmu
Karena kau tak perlu tau bahwa diamdiam aku mengagumimu

Tidak ada komentar: