Senin, 29 Agustus 2016

Kisah cinta

Aku bersyukur saat aku dipertemukan dengan pria yang mencintaiku
Aku begitu bersyukur saat aku selalu merasakan rasa sayangnya
Aku bahagia saat dia memberikan sejuta perhatiannya,  sejuta kesabarannya, sejuta waktu luangkan, hanya untuk padaku
Aku bahagia saat dia selalu nampak berbeda jauh lebih perhatian dan sayang padaku dari hari-hari sebelumnya

Aku tak mengerti ya Tuhan..
Bagaimana caranya menjaga dan mempertahankannya
Aku ingin mengerti Tuhan,  bahwa dia adalah sosok utusanmu yang kau takdirkan untukku
Bantu aku ya Tuhan untuk selalu menjadi terbaik untuk dia

Aku selalu bersyukur padamu Tuhan
Ketika aku masih diberikan waktu untuk berdua bersamanya
Ketika aku merasakan tawa dan sedih bersamanya
Ketika aku membutuhkan seorang sahabat terbaik untukku
Aku bersyukur,
Sangat bersyukur padamu Tuhan
Saat engkau mengirimkan sosok penyayang seperti dia saat ini disampingku

Kamis, 25 Agustus 2016

Pelarian

Aku adalah bagian
Aku adalah salah satu bagian hidupmu

Mungkin saat ini aku adalah kisahmu
Yang entah sedang kau tulis dengan indah diingatanmu atau mungkin justru adalah tulisan yang biasa-biasa saja

Aku adalah sesuatu yang paling kau tunggu
Kau hadir saat aku butuh perasaan
Kau hadir saat aku ingin sekali menjadi kisah
Dan aku adalah hanya sebagai pelarian
Kau datang padaku, saat kau sedang tak dengan dia yang kau inginkan

Senin, 22 Agustus 2016

Potongan Puzzle yang Hilang

   Jika pria yang tepat itu belum muncul, seringkali seorang wanita mencoba untuk menemukan kesenangannya dalam karir. Seiring dengan berjalannya waktu, "karir yang luar biasa" sekalipun, akan terbukti kurang dapat memuaskannya. Sebuah karir, sebuah pernikahan atau bahkan masa-masa menjadi seorang ibu itu sendiri tidak cukup untuk memuaskan kamu sepenuhnya. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menjadi utuh sampai kamu benar-benar mengerti bahwa kamu menjadi utuh didalam Yesus. Kolose 2:9-10 mengatakan, "Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, dan kamu telah dipenuhi didalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa". Waktu seorang wanita lajang memasuki karir atau bahkan pernikahan tanpa pengertian bahwa ia utuh didalam Kristus, ia akan kecewa dan tidak puas.

   Ketidakutuhan bukanlah akibat menjadi lajang, tetap akibat tidak penuh didalam Yesus. Hanya melalui proses penyerahan tanpa ragu kepada Yesus sajalah seorang wanita manapun dapat akhirnya mengerti bahwa didalam Dia, ia utuh. Waktu dua orang lajang yang "tidak utuh" menikah, penyatuan diri mereka tidaklah dapat membuat mereka utuh. Pernikahan mereka hanyalah menjadi dua orang yang "tidak utuh" berusaha mendapat keutuhannya di pihak lain. Hanya saat mereka memahami bahwa kepenuhan mereka didapat dalam suatu hubungan dengan Yesus barulah mereka akan dapat mulai saling melengkapi satu sama lain.

Sumber: Internasional books of lady in waiting

Wanita dengan Penyerahan Tanpa Ragu

Hari besar telah usai. Teman sekamarmu menikahi seorang pria yang telah mengaggumkan dan Kamulah sang pendamping wanita. Kamu berbagi sukacita dengan teman sekamarmu, tetapi sekarang kamu bergumul dengan cengkeraman rasa iri yang menyakitkan. Saat pasangan yang berbahagia menuju bulan madu yang sempurna, kamu duduk sendirian dalam sebuah apartemen yang kosong, menenggelamkan rasa irimu dan rasa mengasihani dirimu dengan setengah galon es krim.

   Apakah skenario ini tidak asing lagi?
   Pernahkan kamu mengasumsikan bahwa pemenuhan terbesarmu akan didapati didalam pernikahan? Pernakah kamu secara pribadi berpendapat bahwa wanita-wanita terpuaskan hanyalah mereka yang menikah? Pernakah kamu berharap bahwa karirmulah yang akan memuaskanmu sampai kamu menikah? Jika kamu menjawab "Ya" terhadap salah satu pertanyaan dari pertanyaan-pertanyaan ini, maka dapat diperkirakan bahwa kamu akan terancam kekecewaan dimasa depan. Dibelakang halaman sampul buku "Learning to Be a Woman" (Belajar Menjadi Seorang Wanita) ada sebuah kutipan kunci mengenai kepenuhan hati sebagai seorang wanita: "Seorang wanita tidaklah terlahir sebagai seorang wanita. Ia pula tidak menjadi wanita saat ia menikahi seorang pria, mengandung seorang anak, dan mencuci pakaiannya, bahkan tidak juga waktu ia bergabung dengan gerakan pembebasan kaum wanita. Seorang wanita menjadi seorang wanita saat ia menjadi seperti apa yang Tuhan inginkan baginya. "Kebenaran yang tak ternilai ini dapat menjaga sudut pandangmu teteap jernih terhadap pemenuhan yang sejati didalam hidup. Terlalu banyak wanita kristen yang berfikir bahwa kerinduan terdalam hati mereka hanyalah mengenai cinta, pernikahan dan menjadi seorang ibu. Jika kamu perhatikan lebih seksama, kamu akan melihat kerinduan itu bukanlah kerinduan yang bagi Yesus.

sumber: International book lady in waiting -