Senin, 22 Agustus 2016

Potongan Puzzle yang Hilang

   Jika pria yang tepat itu belum muncul, seringkali seorang wanita mencoba untuk menemukan kesenangannya dalam karir. Seiring dengan berjalannya waktu, "karir yang luar biasa" sekalipun, akan terbukti kurang dapat memuaskannya. Sebuah karir, sebuah pernikahan atau bahkan masa-masa menjadi seorang ibu itu sendiri tidak cukup untuk memuaskan kamu sepenuhnya. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menjadi utuh sampai kamu benar-benar mengerti bahwa kamu menjadi utuh didalam Yesus. Kolose 2:9-10 mengatakan, "Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, dan kamu telah dipenuhi didalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa". Waktu seorang wanita lajang memasuki karir atau bahkan pernikahan tanpa pengertian bahwa ia utuh didalam Kristus, ia akan kecewa dan tidak puas.

   Ketidakutuhan bukanlah akibat menjadi lajang, tetap akibat tidak penuh didalam Yesus. Hanya melalui proses penyerahan tanpa ragu kepada Yesus sajalah seorang wanita manapun dapat akhirnya mengerti bahwa didalam Dia, ia utuh. Waktu dua orang lajang yang "tidak utuh" menikah, penyatuan diri mereka tidaklah dapat membuat mereka utuh. Pernikahan mereka hanyalah menjadi dua orang yang "tidak utuh" berusaha mendapat keutuhannya di pihak lain. Hanya saat mereka memahami bahwa kepenuhan mereka didapat dalam suatu hubungan dengan Yesus barulah mereka akan dapat mulai saling melengkapi satu sama lain.

Sumber: Internasional books of lady in waiting

Tidak ada komentar: