Rabu, 20 Mei 2015

Kenyamanan

Pernakah kamu berfikir tentang sesuatu yang membuat kita menjauh dari kata kegelisahan?
Aku sering menyebutnya dengan kata nyaman,
Aku sering juga menemukannya saat bersama kamu
Disampingmu aku selalu merasa nyaman,,
Mungkin karena kamu selalu punya cara
Yang tepat untuk menghadapi aku
Atau hanya karena aku merasa nyaman dengan cara kamu
Mencintaiku yang sederhana,
Tapi sempurna untukku

Kamis, 07 Mei 2015

Belive

aku begitu yakin jika kamu tidak pernah berpaling
aku begitu percaya diri

Jika kamu tidak akan pernah lelah menantiku
untuk menentukan hati
aku begitu angkuh karena dicintai
sebegitu besarnya oleh kamu

hingga berlama-lama mengabaikan 
dan membiarkan tanpa kepastian

sampai pada waktu
dimana kamu lelah menunggu
kemudian menemukan cinta yang baru
sedangkan aku,
menyesal karena cintamu tak lagi dimiliki olehku.. 

Sabtu, 07 Maret 2015

Cuma sebentar


Senja itu mungkin dengan seketika berubah menjadi suasana
Yang begitu penuh dengan sebuah pertanyaan
Saat itu mungkin aku sedang merasakan kekosongan hati
Dan dengan tidak sengaja aku menemukan sosok yang begitu awam

Ya, ibarat sebuah kertas
Terlihat sangat putih dan bersih
Rasanya aku ingin sekali mencorat-coret didalamnya
Dengan rasa dan prasangka-prasangka kecil yang saat itu kurasakan

Sebut saja dia seorang teman,
Mungkin sangat baru sekali
bahkan sangat tidak mungkin untuk dikatakan sebagai seorang kekasih
Kubiar kan segalanya dengan begitu saja,
Bahkan tak pernah sedikit pun aku sempat berfikir,
Apakah dia akan bisa menjadi seorang pangeran yang selalu hadir dalam sebuah mimpi kecilku dalam tidurku dimalam hari?

Ah, aku tau semuanya semu..
Aku tau semuanya tidak akan bahkan takan pernah terjadi
Karena aku tahu, pangeran yang didalam mimpi itu
Hanya ada dalam sebuah dongeng yang sering kubaca
dan itu hanya pemikiran dari seorang manusia saja

Tiba-tiba semua berubah menjadi kehidupan yang nyata
Dia datang dengan senyuman yang berbeda
Aku mungkin tidak dapat merasakan yang dia rasakan
Tapi aku menikmati rasa kekosongan hati ini

Seakan - akan aku rindu merasakan kehadiran seseorang
Yang dapat mendapatkan posisi pendewasan tersebut
Yang sangat ingin sekali kurasakan
Seketika semua berubah
#not ending

Senin, 09 Februari 2015

Apa kata Bintang


Ku tak tahu apa yang terjadi

Pada hatiku ini
tak ku mengerti

Getar ini belum pernah ada
Tak pernah kurasakan
Selama ini

Malu-malu aku mengakuinya
Karena aku kini belum dewasa

sekarang kusering melamun dan juga ku senang bercemin
Mengapa ini

Berjuta cahaya datang padaku
Menari ditanganku
Menyanyikan lagu tentangnya
Duhai bintang mungkinkah
Yang kurasa

Apakah sudah saatnya

Untuk ku menyukai dirinya

Ini telah berlalu


Ada janji-janji yang masih kurawat sendirian
Setelah kau pergi meninggalkan.
Begitu pula rindu yang malah semakin besar
Justru disaat engkau sudah tak mau tahu
Memaksaku menahan nyeri dan pilu.
Dan,
Bila kemudian engkau datang kembali
dengan janji dan harapan...
Aku tidak tahu lagi dengan apa pedih kutahan
dan nyeri kusembunyikan.
"Saat membayangkan engkau
dengannya masih Saling Menggenggam!"
Semesta sengaja mengadakan waktu
Pada saat senja, sebab :

"Ada sedih yang harus diantarkan ketika cinta cuma bisa merindukan!

Lupa ya ?



Lupa ya? 

Kita pernah berjuang bersama-sama 
Namun kamu dengan seketika berhenti 
Dan meninggalkan semuanya sebelum perjuangan itu berujung.. 
Kamu lupa ya? 
Saat masa dimana aku punya rasa, 
Punya harapan dan segenggam cinta 
Namun itu menurutmu hanya speak speak belaka! 
Ini memang terlihat tidak realistis.. 

Kamu lupa ya? 
Ini tahun keberapa, ini bulan keberapa, dan hari, 
Atau bahkan mungkin menit dan detik yang keberapa kalinya aku memiliki Asa dan harapan itu? 

Ya.. 
Mungkin kamu lupa !! 
Atau mungkin 
Bukan hanya sekedar lupa.. 
Bahkan kamu memang sudah benar-benar tidak mengingatnya

Sepertinya aku mengagumimu


Awalnya matamu dan senyummu tak berarti apa-apa bagiku
Sapa lembutmu, tutur katamu
Bukan menjadi alasan senyumku disetiap harinya.
Semua mengalir begitu saja!
Tatapan matamu, mulai menjadi hal yang tak biasa bagiku
Caramu mengungkapkan pendapat
tak lagi menjadi hal yang kuhadapi dengan begitu santai.
Ku katakan pada selembar kertas untuk diam-diam mengintip namamu
Dan dengan diam-diam pula semuanya terangkai dalam benakku
Ku jinjitkan kaki agar diam diam aku bisa mendengar tawamu
Dan dengan diam-diam pulasemuanya terekam dalam  pita memoriku
Suatu hari, diam-diam mataku memotret sosokmu
di tengah keramaian yang membiru
Diam-diam tersimpan senyum di bibirku
Di hari lainnya, diam-diam celah buku memberikan ruang
untuk memaku pandanganku padamu
Aku hanya bisa tertawa dalam hati
dan diamdiam meninggalkanmu
Karena kau tak perlu tau bahwa diamdiam aku mengagumimu

Kamis, 29 Januari 2015

Semusim



Semusim..
Sudah berganti menjadi musim-musim yang berikutnya
Saat prasangka-prangsangka kecil aneh dan heran
Saat perasaan itu timbul disaat usia yang begitu belum cukup untuk di terima
Saat perasaan yang sudah muncul, dengan memiliki nilai kekonsistenan yang sangat mahal harganya
Saat ia menghilang,
engkau gelisah dan matamu terus menelusuri mencari sosoknya..
Perasaan apakah ini?
Saat ia berada dekat denganmu,
engkau gugup dan isi kepalamu serasa digoncang hingga tak mampu berpikir jernih
Perasaan apakah ini?
Mungkin,
Angin terus berlalu begitu saja
seperti  juga dengan musim yang terus memiliki kesan indah untuk terus-terus diceritakan
Begitu juga dengan perasaan kecil yang sudah timbul disaat yang kurang tepat
Banyak yang menyangka itu hanya omong kosong saja dan sudah menjadi hal biasa dengan itu
Ya
kurang tepat pada jaman itu, kurang pas untuk dilalui bagi seorang gadis yang belum cukup dewasa
Namun ini bukan hal ketepatan, namun ini berbicara tentang kesiapan bagaimana perasaan ini bisa diolah bahkan bisa terus dipertahankan suatu saat nanti..
Ah.. namanya juga cinta..
Kadang ia akan menjadi omong kosong saja yang tidak jelas bunyinya seperti apa.

SENDIRI

Sendiri

Tidakkah kita memikirkan
Jangan jangan purnama yang bercahaya indah itu
Ternyata kesepian
Menatap kita dari atas sana dalam lengang
Sendirian

Tidakah kita memperhatikan
Jangan jangan gunung kokoh berdiri menjulang itu
Ternyata Kesepian
Menatap kita dari puncaknya, dalam senyap
Sendirian


Tidak kah kita mengamati
Jangan jangan hidup orang besar 
Yang gemerlap diperhatikan orang banyak
Yang menjadi bahan pembicaraan
Yang gitu memesona, begitu Hebat
Ternyata kesepian
Sendirian

Maka bersyukurlah yang memiliki keluarga
Memiliki teman-teman terbaik
Boleh jadi, kitalah bulan purnama dalam hidup ini
Kitalah gunung yang kokoh bagi mereka
Dikeliling orang-orang yang menyayangi kita
Dan kita menyayangi mereka 
#

Senin, 26 Januari 2015

Kalaupun dia tidak tahu

Kalaupun dia tidak tahu kita menyukainya
Kalaupun dia tidak tahu kita merindukannya
Kalaupun dia tidak tahu kita menghabiskan waktu memikirkannya

Maka itu tetap cinta, tidak berkurang sesenti pun perasaan tersebut
Justru dengan mgotot ingin bilang,
kalau ingin pacaran, ingin aneh-aneh,
Perasaan itu tiba-tiba akan bermetamorfosis menjadi egoisme
Dan bahkan sebatas keinginan yang tidak terkendali saja.

Bersabar dan diam lebih baik.
Jika memang jodoh akan terbuka sendiri jalan terbaiknya.
Jika tidak, akan diganti dengan orang yang lebih baik.

Jumat, 23 Januari 2015

Rindu dalam mimpi

Aku pernah bermimpi tentang kamu,
Disana aku mencoba menghubungi kamu
Kamu berkata ‘kemana saja kamu, baru memberi kabar padaku?’
Saat itupun aku terdiam..
Namun aku pun menjawab ‘aku hanya ingin kamu bahagia dengannya dari pada denganku’
Dia pun bertanya kembali ‘lekas mengapa kamu menghubungiku kembali saat ini?’

Jawabku ‘aku hanya sedang merindukanmu, itu saja’

Kemudian mimpiku pun terhentikan,
Aku terbangun dari tidur pendekku
Saat itu aku tersadar bahwa aku memang sedang merasakan sesuatu hal didalam diriku
Berasa sangat besar,
Dan sangat terasa walau aku mengacuhkannya
Walau membohongi diriku,
Namun tetap terasa
Iya,
Itu adalah sebuah hal kecil yang tersimpan
Yang tidak banyak orang mengetahui hal itu

Apa itu?
Itu adalah sebuah perasaan semu
Yang hadir sendiri, bahkan kadang pergi untuk begitu saja
Apa itu?
Itu hanyalah sebuah perasaan rindu lama.

Siapa..

Dia datang,
Dia menyapa,
Kemudian dia mulai membuka sebuah obrolan kecil
Dia terus bertanya dan bertanya mengenai aku..
Siapa dia? "fikirku dalam hati"
Aku hanya berfikir bahwa
Dia bagaikan hewan buas yang berpenampilan manis
Namun akan menerkam..
Yaa, akupun hanya membalas dengan sejuta bisuku
Dan sejuta diam sikap cuek dan dingin ku

Aku tak ingin mengenalinya,
Iya, aku tidak ingin mengenalnya lebih jauh
Bahkan aku ingin segera beranjak dari segala senyumannya
Beranjak pergi dari sebuah obrolan pendek ini,

Ia bertanya 'mengapa aku terus diam saat dia bertanya?'
Aku hanya dapat menjawab dengan jawaban
'aku hanya tak ingin menjawabnya'
Mungkin saat itu dia bingung apa yang salah dari sikapnya terhadapku,
Dia bertanya padaku apakah kehadirannya telah mengganggu hidupku?
Aku terus diam..

Dia memberikan ku sebuah perumpamaan padaku saat itu, mengenai seorang pengemis.
Apakah saat seorang pengemis datang menghampirimu lalu bertanya padamu, apakah kamu akan tetap seperti ini? lalu pergi meninggalkannya? tidak kan? Jadi jangan seperti itu ya?

Sambil melempar sebuah senyumannya terhadapku

kemudian aku terus berfikir,
Aku terdiam.. dan terdiam..
Apakah dia memiliki niat jahat?
Nampaknya tidak..
Kucoba membuka sebuah obrolan..

Obrolan kepada sebuah angin.